Terjelajahi~
Sebuah toko buku terbesar di Nanjing, Tiongkok, menuai kontroversi dan kecaman masyarakat karena menampilkan gambar-gambar poster berukuran seorang model cantik tanpa busana yang sedang membaca di seluruh bagian toko.
Ini merupakan strategi marketing toko buku tersebut untuk menuai publisitas dan meningkatkan omzet. Namun bukan citra positif yang didapat melainkan reputasi buruk karena dikatakan dapat memberi dampak buruk bagi anak-anak yang mengunjungi toko buku.

"Bagaimana mungkin anak-anak akan menjadi pintar kalau mereka melihat gambar ini?," ujar seorang bapak yang bersama anak laki-lakinya mengunjungi toko buku ini untuk membeli buku bagi si anak yang dia katakan amat gemar membaca.

Konsep dekorasi toko semacam ini menurut Manajer Toko bertujuan agar para pembaca merasa senang menjelajahi seluruh koleksi yang dijual serta untuk merangsang para pembaca agar berpikiran terbuka (open minded).

Toko buku yang merupakan cabang jaringan toko buku populer asal Singapura ini diminta untuk menyingkirkan materi promosi yang mengganggu yang mereka pasang tersebut. Namun hingga kini mereka juga belum melakukannya.
Sungguh sebuah metode pemasaran yang absurd dan konyol.
(China Times)
Ini merupakan strategi marketing toko buku tersebut untuk menuai publisitas dan meningkatkan omzet. Namun bukan citra positif yang didapat melainkan reputasi buruk karena dikatakan dapat memberi dampak buruk bagi anak-anak yang mengunjungi toko buku.

Toko buku ini selalu ramai pengunjung berbagai macam usia
"Bagaimana mungkin anak-anak akan menjadi pintar kalau mereka melihat gambar ini?," ujar seorang bapak yang bersama anak laki-lakinya mengunjungi toko buku ini untuk membeli buku bagi si anak yang dia katakan amat gemar membaca.

Pria ini asyik membaca buku dan tidak merasa tergoda melirik gambar di depannya
Konsep dekorasi toko semacam ini menurut Manajer Toko bertujuan agar para pembaca merasa senang menjelajahi seluruh koleksi yang dijual serta untuk merangsang para pembaca agar berpikiran terbuka (open minded).

Seorang ibu dan putranya sedang melihat katalog buku di depan gambar yang menantang (gambar disensor disini dan gambar lain tidak bisa ditampilkan disini demi alasan kesantunan
Toko buku yang merupakan cabang jaringan toko buku populer asal Singapura ini diminta untuk menyingkirkan materi promosi yang mengganggu yang mereka pasang tersebut. Namun hingga kini mereka juga belum melakukannya.
Sungguh sebuah metode pemasaran yang absurd dan konyol.
(China Times)
Sumber || terjelajahi.blogspot.com

