Movie Category 1

Subscribe Us

Template Information

Test Footer 2

Movie Category 2

Movie Category 3

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Movies of The Week

Mengenai Saya

Foto saya
Pendiam dan tidak mau ambil pusing

Join This Site On Google Friend

Blog Archive

Movie Category 5

Movie Category 4

[5][true][slider-top-big][Slider Top]
You are here: Home / , Pengakuan Joki Three In One Plus-plus Yang Sering Layani Penggemudi Mobil

Pengakuan Joki Three In One Plus-plus Yang Sering Layani Penggemudi Mobil

| No comment
Pengakuan Joki Three in One Plus-plus Yang Sering Layani Penggemudi Mobil
Terjelajahi~Joki three in one ternyata tidak hanya menjual jasanya membantu pengemudi mobil untuk mengakali polisi saat melintas di kawasan three in one di Jakarta pada jam-jam sibuk. Ternyata mereka juga melayani jasa "lain" yang kerap diminta para pengemudi mesum.

Kedok pelayanan mesum ini terkuak dari Ed (38), pria yang sudah enam tahun menjadi joki three in one. Setiap hari, dia bukan sekadar duduk di mobil mewah, kemudian dibayar, melainkan juga mendapat tawaran untuk melayani pengemudi tersebut.Menurut Ed, dia sempat terseret menjalani praktik asusila tersebut karena kebutuhan hidup. Biasanya, kata dia, pengemudi mesum mengajaknya ke Ancol, Jakarta Utara. Selain dengan pria, ada kalanya perbuatan asusila ini dilakukan dengan wanita. "Pernah saya diajak ke parkiran Ancol pake mobil. Tapi tidak sampai berhubungan badan," ujar Ed. Ed mengaku khawatir juga dengan keselamatan istrinya, DS (31), yang juga menjadi joki three in one. Menurutnya, sang istri juga kerap diajak berbuat hal negatif dengan diiming-imingi imbalan lebih. Ed menuturkan bahwa praktik semacam itu hampir digeluti para joki di berbagai kawasan ibukota, seperti di kawasan Djuanda, Menteng, Pakubuwo, dan Kebayoran. Imbalannya, mulai dari handphone sampai uang ratusan ribu rupiah. Biasanya, kata Ed, mereka adalah remaja yang menjadi joki."Di Pakubuwono kasih Rp 500.000 mau, atau enggak dikasih handphone. Kalau Si Y itu dikasih BlackBerry," ujar Ed sambil menunjuk salah satu joki di sampingnya.

Joki Three in One Plus-plus
Ed (38) berbaju abu-abu dan DS (di depannya) mengenakan baju merah celana hitam dengan anaknya CL (4) tengah menanti pengendara yang memanfaatkan jasanya sebagai joki di SCBD, samping Polda Metro Jaya, Semanggi. Sedangkan Y (ketiga dari kiri, berdiri di tengah jalan). Semuanya adalah Joki Three in One plus-plus

Menurut dia, joki yang masih berusia anak-anak pun tak luput dari incaran lelaki hidung belang. Biasanya, mereka adalah lelaki yang menyukai anak di bawah umur, atau paedofil. Diberi Rp 100.000, kata Ed, anak-anak tersebut sudah senang.

Ed mengaku terpaksa melakukan hal asusila tersebut. Pekerjaannya sebagai penjaga toko DVD dan joki three in one tidak mencukupi kebutuhan istri dan seorang anaknya. Dia juga mengaku terpaksa untuk bekerja sebagai joki agar dapat menyambung hidup bersama keluarganya di Jakarta.

Joki 3 in 1 Plus-plus
Ed mengatakan remaja putri berpakaian ketat yang menjadi joki bisa dipastikan suka memberikan layanan tambahan. Gambar diambil di depan Plaza Senayan


Istrinya, DS, sudah tiga tahun menjadi joki.  Dari setiap pengendara mobil, ED bisa mendapatkan uang Rp 20.000. Pelanggannya adalah pekerja di kawasan Sudirman, atau di Dukuh Atas, hingga Harmoni. Untuk pelanggan dengan tujuan jauh, biasanya dia mematok harga Rp 25.000-Rp 30.000. Namun ia juga melayani niat "nyeleneh" pengemudi.

Dari penghasilannya sebagai joki bersama istrinya, satu bulan ia bisa memperoleh total Rp 4 juta. Uang yang terkumpul kemudian digunakannya untuk membayar kontrakan sebesar Rp 350.000, serta membiayai hidup rumah tangganya. "Uang joki habis terus, mau nabung saja susah," ujar Ed, yang menjadikan joki sebagai pekerjaan sampingannya. Di setia menggeluti profesi joki karena penghasilan yang cukup menggiurkan dan mudah mendulang rupiah. Yang terpenting baginya adalah pekerjaan tersebut halal.

Joki Three in One Plus-plus
Wanita yang jongkok dan wanita berbusana putih yang membelakangi kamera juga merupakan joki three in one plus-plus. Ed mengatakan bahwa joki yang bertingkah kecentilan biasanya merupakan joki plus-plus.

Walau kebijakan three in one akan dihapuskan terkait penerapan ERP (Electronic Road Pricing), namun jasa mereka masih tetap dicari oleh para pengemudi yang melintasi kawasan segitiga emas Jakarta (Sudirman, Thamrin, Kuningan). Tapi, benarkah pekerjaan yang dia lakukan ini halal?
(istimewa)